STUDIO6JATI

KECAMATAN JATI:

Big Areas, Lot of Natural Resources, but Lack of Investment, Human Resource, and Uneven Infrastructure!!

Rabu, 18 Juli 2012


Potensi Kecamatan Jati


Fisik
Kecamatan Jati merupakan kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dengan adanya lahan pertanian kering dan lahan perhutanan yang dikelola dengan baik. Sektor pertanian Kecamatan Jati dapat menyumbangkan hasil yang besar bagi produk domestic regional bruto (PDRB) Kecamatan sebesar 126.189,43 juta rupiah pada tahun 2010.
Jenis tanah yang ada di Kecamatan Jati merupakan jenis tanah Grumosol dan Mediterania yang merupakan jenis tanah yang peka terhadap gerakan tanah dan kering. Intensitas hujan yang dimiliki kecamatan ini pun tergolong sedang hingga tinggi, sehingga jika dilihat dari jenis tanah dan intensitas curah hujannya kecamatan ini berpotensi untuk daerah pengembangan pertanian lahan kering dengan komoditi utama yaitu umbi-umbian (ketela) dan kedelai. Komoditi pertanian tersebut sudah dapat mencakupi kebutuhan akan komoditi ketela pohon dan kedelai di Kabupaten Blora sehingga pengembangan sektor pertanian yang ada di Kecamatan Jati dapat terus berkembang.

Penggunaan Lahan
Lahan yang terdapat di Kecamatan Jati digunakan sebagai lahan sawah, pekarangan/ kampung yang merupakan kawasan terbangun, tegalan, dan hutan. Berikut adalah luas penggunaan lahan di Kecamatan Jati:
Kelurahan
Sawah
Pekarangan/Kampung
Tegalan
Hutan
Bangkleyan
134,370
213,921
86,962
294,468
Gempol
319,370
70,020
77,020
3186,835
Kepoh
98,240
150,000
98,880
1967,380
Pelem
162,500
100,000
28,000
555,500
Jegong
142,580
140,918
58,580
2232,850
Jati
249,220
187,000
98,520
1095,649
Singget
208,005
101,000
117,000
640,564
Gabusan
430,900
105,000
71,235
340,865
Doplang
431,400
102,500
85,703
976,397
Randulawang
235,000
105,000
76,000
136,000
Tobo
75,700
75,000
55,300
949,000
Pengkoljagong
185,710
98,042
82,000
820,248
Sumber: Kecamatan Jati dalam Angka, 2010
Penggunaan lahan di Kecamatan Jati, mayoritas digunakan sebagai lahan perhutanan. Potensi lahan yang dikembangkan adalah lahan perhutanan jati yang memiliki kualitas kayu jati yang berstandar internasional. Selain itu lahan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah lahan pertanian kering yang didukung dengan jenis tanah dan intensitas curah hujan yang sedang hingga tinggi.

Penggunaan lahan dari sektor perdagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Jati berpotensi untuk berkembang di Kelurahan Doplang. perdagangan dan jasa yang ada di kelurahan ini cukup memiliki peran yang penting bagi cakupan kecamatan. Hal tersebut dikarenakan Kelurahan Doplang merupakan ibukota kecamatan yang sudah memiliki ciri kekotaan dalam perkembangan wilayahnya. Pemukiman yang ada di Kecamatan Jati pun bukan merupakan tipikal massive area yang dapat mengakibatkan kepadatan penduduk, permukiman yang ada di kecamatan ini menyebar dan tidak padat karena penggunaan lahan lebih dominan untuk pengembangan potensi hutan  di kecamatan ini.

Penduduk
Penduduk merupakan elemen penting dalam suatu wilayah, karena penduduklah yang melakukan aktivitas dalam menjalankan elemen-elemen perencanaan di suatu wilayah. Penduduk pun menjadi objek bagi perencanaan. 
Meskipun jumlah penduduk Kecamatan Jati semakin tahun memiliki kecenderungan semakin berkurang bukan tidak mungkin Kecamatan Jati menjadi lebih maju dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang ada di Blora, apalagi jika penduduk kecamatan jati ini dibekali dengan keahlian untuk mengukir atau mengolah kayu sehingga nantinya akan menjadi nilai plus tersendiri bagi masyarakat kecamatan Jati, apalagi Kecamatan Jati ditunjang dengan sumberdaya alam berupa kayu jati yang sangat berlimpah. Diharapkan sejalan dengan meningkatnya SDM Kecamatan Jati semakin meningkat juga perkembangan Kecamatan Jati nantinya.  

Perekonomian
Kecamatan Jati memilik potensi yang sangat baik untuk menunjang perekonomian dikecamatan tersebut yaitu dalam hal komoditas pertanian, dari sektor pertanian, komoditinya menyumbangkan 65.161 juta rupiah dalam PDRB Kelurahan Jati. Hal tersebut dikarenakan penggunaan lahan di Kecamatan Jati cukup luas digunakan sebagai lahan pertanian dan banyaknya warga yang bekerja pada sektor pertanian. Selain pertanian, perdagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Jati jika dikelola dengan baik bisa membawa kemajuan bagi sektor perekonomian apalagi Kecamatan Jati dilalui oleh jalur lintas provinsi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yang melalui Kabupaten Grobogan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Kecamatan Jati memiliki kawasan hutan Jati yang sangat luas, jika hutan Jati tersebut dikelola dengan baik  bukan tidak mungkin nantinya akan membawa dampat positif bagi perkembangan kecamatan Jati. 

Infrastruktur

Dalam RTRW Kabupaten Blora, Kecamatan Jati akan dikembangkan infrastruktur jalannya sebagai jaringan jalan jalur propinsi, penghubung Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Dengan adanya jalur propinsi ini membuat jalan utama di Kecamatan Jati, tepatnya melalui Kelurahan Doplang, menjadi ramai dengan kondisi jalan yang lebar dan sudah diaspal. Jalur ini juga dapat membantu menumbuhkan sektoDr perdagangan dan jasa di Kecamatan Jati. Dengan adanya sektor perdagangan dan jasa di sepanjang jalan utama propinsi, maka pertumbuhan ekonomi Kecamatan Jati dapat meningkat.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar