Potensi Kecamatan Jati
Fisik
Kecamatan Jati merupakan kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dengan adanya lahan pertanian kering dan lahan perhutanan yang dikelola dengan baik. Sektor pertanian Kecamatan Jati dapat menyumbangkan hasil yang besar bagi produk domestic regional bruto (PDRB) Kecamatan sebesar 126.189,43 juta rupiah pada tahun 2010.
Kecamatan Jati merupakan kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dengan adanya lahan pertanian kering dan lahan perhutanan yang dikelola dengan baik. Sektor pertanian Kecamatan Jati dapat menyumbangkan hasil yang besar bagi produk domestic regional bruto (PDRB) Kecamatan sebesar 126.189,43 juta rupiah pada tahun 2010.
Jenis
tanah yang ada di Kecamatan Jati merupakan jenis tanah Grumosol dan Mediterania
yang merupakan jenis tanah yang peka terhadap gerakan tanah dan kering.
Intensitas hujan yang dimiliki kecamatan ini pun tergolong sedang hingga
tinggi, sehingga jika dilihat dari jenis tanah dan intensitas curah hujannya
kecamatan ini berpotensi untuk daerah pengembangan pertanian lahan kering
dengan komoditi utama yaitu umbi-umbian (ketela) dan kedelai. Komoditi
pertanian tersebut sudah dapat mencakupi kebutuhan akan komoditi ketela pohon
dan kedelai di Kabupaten Blora sehingga pengembangan sektor pertanian yang ada
di Kecamatan Jati dapat terus berkembang.
Penggunaan Lahan
Lahan yang terdapat di Kecamatan Jati digunakan sebagai lahan
sawah, pekarangan/ kampung yang merupakan kawasan terbangun, tegalan, dan
hutan. Berikut adalah luas penggunaan lahan di Kecamatan Jati:
Kelurahan
|
Sawah
|
Pekarangan/Kampung
|
Tegalan
|
Hutan
|
Bangkleyan
|
134,370
|
213,921
|
86,962
|
294,468
|
Gempol
|
319,370
|
70,020
|
77,020
|
3186,835
|
Kepoh
|
98,240
|
150,000
|
98,880
|
1967,380
|
Pelem
|
162,500
|
100,000
|
28,000
|
555,500
|
Jegong
|
142,580
|
140,918
|
58,580
|
2232,850
|
Jati
|
249,220
|
187,000
|
98,520
|
1095,649
|
Singget
|
208,005
|
101,000
|
117,000
|
640,564
|
Gabusan
|
430,900
|
105,000
|
71,235
|
340,865
|
Doplang
|
431,400
|
102,500
|
85,703
|
976,397
|
Randulawang
|
235,000
|
105,000
|
76,000
|
136,000
|
Tobo
|
75,700
|
75,000
|
55,300
|
949,000
|
Pengkoljagong
|
185,710
|
98,042
|
82,000
|
820,248
|
Sumber: Kecamatan Jati dalam Angka,
2010
Penggunaan
lahan di Kecamatan Jati, mayoritas digunakan sebagai lahan perhutanan. Potensi
lahan yang dikembangkan adalah lahan perhutanan jati yang memiliki kualitas
kayu jati yang berstandar internasional. Selain itu lahan yang berpotensi untuk
dikembangkan adalah lahan pertanian kering yang didukung dengan jenis tanah dan
intensitas curah hujan yang sedang hingga tinggi.
Penggunaan lahan dari
sektor perdagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Jati berpotensi untuk
berkembang di Kelurahan Doplang. perdagangan dan jasa yang ada di kelurahan ini
cukup memiliki peran yang penting bagi cakupan kecamatan. Hal tersebut
dikarenakan Kelurahan Doplang merupakan ibukota kecamatan yang sudah memiliki
ciri kekotaan dalam perkembangan wilayahnya. Pemukiman yang ada di Kecamatan
Jati pun bukan merupakan tipikal massive
area yang dapat mengakibatkan kepadatan penduduk, permukiman yang ada di
kecamatan ini menyebar dan tidak padat karena penggunaan lahan lebih dominan
untuk pengembangan potensi hutan di
kecamatan ini.
Penduduk
Penduduk merupakan elemen penting dalam suatu wilayah, karena
penduduklah yang melakukan aktivitas dalam menjalankan elemen-elemen
perencanaan di suatu wilayah. Penduduk pun menjadi objek bagi
perencanaan.
Meskipun jumlah
penduduk Kecamatan Jati semakin tahun memiliki kecenderungan semakin berkurang
bukan tidak mungkin Kecamatan Jati menjadi lebih maju dibandingkan dengan
kecamatan lainnya yang ada di Blora, apalagi jika penduduk kecamatan jati ini
dibekali dengan keahlian untuk mengukir atau mengolah kayu sehingga nantinya
akan menjadi nilai plus tersendiri bagi masyarakat kecamatan Jati, apalagi
Kecamatan Jati ditunjang dengan sumberdaya alam berupa kayu jati yang sangat
berlimpah. Diharapkan sejalan dengan meningkatnya SDM Kecamatan Jati semakin
meningkat juga perkembangan Kecamatan Jati nantinya.
Perekonomian
Kecamatan
Jati memilik potensi yang sangat baik untuk menunjang perekonomian dikecamatan
tersebut yaitu dalam hal komoditas pertanian, dari sektor pertanian,
komoditinya menyumbangkan 65.161 juta rupiah dalam PDRB Kelurahan Jati. Hal
tersebut dikarenakan penggunaan lahan di Kecamatan Jati cukup luas digunakan
sebagai lahan pertanian dan banyaknya warga yang bekerja pada sektor pertanian.
Selain pertanian, perdagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Jati jika dikelola
dengan baik bisa membawa kemajuan bagi sektor perekonomian apalagi Kecamatan
Jati dilalui oleh jalur lintas provinsi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yang
melalui Kabupaten Grobogan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa
Kecamatan Jati memiliki kawasan hutan Jati yang sangat luas, jika hutan Jati
tersebut dikelola dengan baik bukan
tidak mungkin nantinya akan membawa dampat positif bagi perkembangan kecamatan
Jati.
Infrastruktur
Dalam
RTRW Kabupaten Blora, Kecamatan Jati akan dikembangkan infrastruktur jalannya
sebagai jaringan jalan jalur propinsi, penghubung Jawa Tengah dengan Jawa
Timur. Dengan adanya jalur propinsi ini membuat jalan utama di Kecamatan Jati,
tepatnya melalui Kelurahan Doplang, menjadi ramai dengan kondisi jalan yang
lebar dan sudah diaspal. Jalur ini juga dapat membantu menumbuhkan sektoDr
perdagangan dan jasa di Kecamatan Jati. Dengan adanya sektor perdagangan dan jasa
di sepanjang jalan utama propinsi, maka pertumbuhan ekonomi Kecamatan Jati
dapat meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar