STUDIO6JATI

KECAMATAN JATI:

Big Areas, Lot of Natural Resources, but Lack of Investment, Human Resource, and Uneven Infrastructure!!

Rabu, 18 Juli 2012


Apa aja yang kita lakuin di Jati?
Akhir bulai Mei 2012, seluruh mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, melakukan survey ke Kabupaten Blora. Kelompok Jati berangkat bersama-sama ke wilayah studi pada tanggal 20 Mei 2012. Ketika tiba di Kecamatan Jati, waktu sudah menunjukan malam hari, Studio6Jati memulai waktu survey dari tanggal 21 Mei 2012. Kami berada di Kecamatan Jati selama 6 hari

21 Mei 2012

 Survey yang pertama kami lakukan adalah traffic counting. Traffic counting yang kami lakukan dibagi ke dalam 4 kelompok, mobil, motor, truk, dan kendaraan lain. traffic counting ini kami lakukan di pagi, siang, dan malam hari. Dalam interval waktu 5 menit selama 1 jam. 



22 Mei 2012
Di hari kedua ini kami membagi jobdesk menjadi 2 kelompok kecil. beberapa mahasiswa melakukan survey ke Kabupaten Blora untuk mencari data sekunder berupa Kecamatan Jati dalam Angka


23 Mei 2012- 25 Mei 2012
Selama 3 terakhir di Kecamatan Jati, studio6 melakukan survey ke 12 kelurahan yang ada di Kecamatan Jati. kami melakukan survey ini dengan metode pembagian menjadi beberapa kelompok kecil lagi.

Setiap selesai melakukan survey, kami selalu melakukan evaluasi di Malam hari. Kami sangat berterimakasih kepada Keluarga Mbah Muhari yang telah bersedia memberikan tempat tinggal selama kami berada di Kecamatan Jati :)

\





Rekomendasi
Pada dasarnya, dalam penanganan masalah yang ada di Kecamatan Jati sangat diperlukan adanya koordinasi dan kerjasama antar pembuat keputusan. Pembuat keputusan yang terlibat dalam penanganan masalah Kecamatan jati adalah, pemerintah, pengusaha (swasta), dan masyarakat. berikut adalah rekomendasi bangi pembuat keputusan dalam jangka waktu pendek – menengah dan jangka panjang.
Rekomendasi Jangka Pendek – Menengah
Rekomendasi bagi pemerintah:

·        Menyediakan fasiltas pendidikan dengan kualitas yang lebih baik bagi usia muda agar mendapatkan pendidikan yang tinggi sehingga meningkatkan kualitas SDM masyarakat muda.
·        Memfasilitasi dan mengkomodasi para petani untuk mengembangkan pertaniannya
·        Perbaikan fisik jalan yang menjadi akses utama, dan pengadaan penerangan jalan
·        Mengadakan pelatihan yang berguna untuk meningkatkan kreativitas masyarakat
Rekomendasi bagi masyarakat:
·        Masyarakat lebih memperhatikan kualitas pendidikan dan memperbaiki pendidikan yg buruk
·        Masyarakat mengembangkan keterampilan untuk lebih kreatif dan inovatif
·        Masyarakat ikut dalam pengelolaan dan menjaga infrastruktur dan fasilitas yang disediakan
·        Berpartisipasi  dalam pelatihan – pelatihan yang disediakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM.
Rekomendasi bagi pengusaha (swasta):
·        Mengembangkan Kreativitas dan inovasi dengan menggunakan bahan komoditas lokal
·        Memanfaatkan dunia maya sebagai sarana pemasaran atau promosi produk lokal
·        Bekerjasama dengan pihak luar untuk ikut mengembangkan komoditas local
Rekomendasi Jangka Panjang
Rekomendasi bagi pemerintah:
·        Pemerintah harus merealisasikan apa yang menjadi tujuan pembangunan Kabupaten Blora terutama Kecamatan Jati
·        Pemerintah harus melakukan pengembangan ibu kota kecamatan sebagai kawasan perkotaan kecamatan
·        Pemerintah sebaiknya melakukan program pertumbuhan perdesaan dengan melakukan klasifikasi fokus desa pertumbuhan
·        Pemerintah harus meningkatkan kualitas jalan provinsi Semarang – Purwodadi – Wirosari – Cepu – Bojonegoro (Jatim) –  Surabaya (Jatim) yang melalui Kecamatan Jati
·        Pemerintah harus melakukan sosialisasi untuk pengembangan lahan pertanian Kecamatan Jati guna mewujudkan lahan sawah Kecamatan Jati sebagai sawah  lestari untuk menyangga kebutuhan kedelai dan ketela pohon Kabupaten Blora
Rekomendasi bagi masyarakat:
·        Untuk peningkatan kualitas SDM, sebaiknya masyarakat mulai mengubah pola pikir yang konvensional menjadi lebih maju.
·        Masyarakat harus mampu berfikir terbuka guna ikut serta dalam pengembangan Kecamatan Jati khususnya ibu kota Kecamatan Doplang
·        Masyarakat ikut menjaga dalam meminimalisir kerusakan jalan
·        Masyarakat lebih kreatif dalam usaha pengembangan pertanian lahan kering
Rekomendasi bagi pengusaha (swasta):
·        Swasta harus turut serta dalam pengembangan wilayah perdesaan maupun perkotaan di Kecamatan Jati dengan mekanisme pemberian modal pinjaman
·        Swasta harus berperan aktif dalam mengubah pola pikir masyarakat agar SDA yang ada dapat di optimalkan
·        Swasta turut serta dalam mengembangkan potensi pertanian lahan kering di Kecamatan Jati






Masalah

Fisik dan Sumber Daya Alam


Masalah yang dapat mengakibatkan mundurnya perkembangan pada aspek fisik dan sumber daya alam di Kecamatan Jati adalah masalah ketersediaan sumber air yang memadai. Ketika masuk musim kering, kegiatan pada sektor pertanian pun berhenti, karena di Kecamatan Jati hanya memiliki satu sumber air yaitu di Desa Cerme. Selain itu, rendahnya curah hujan di kecamatan ini juga menjadi permasalahan karena dapat memperparah keadaan ketika memasuki musim kering. 
Jenis tanah pada Kecamatan Jati merupakan tanah grumosol dan mediterania. Jenis tanah tersebut merupakan jenis tanah yang keras dan kering. Dengan jenis tanah seperti itu, sektor pertanian yang dapat dikembangkan dengan baik pada kecamatan ini adalah jenis pertanian lahan kering sehingga variansi pertanian dan komoditi pertanian tidak begitu tinggi. 
Bencana yang rawan terjadi di Kecamatan Jati adalah angin puting beliung. Banyaknya pohon jati dengan ukuran yang tinggi dan besar dapat memperparah keadaan apabila puting beliung terjadi. Bencana ini dapat mengakibatkan tumbangnya pohon jati  yang dapat menimpa permukiman warga maupun menghambat aksesibilitas karena pohon tumbang ke jalan.

Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kecamatan Jati selain digunakan sebagai lahan hutan secara mayoritas, lahan digunakan untuk lahan pertanian kering. Masalah yang sering ditemui oleh para pekerja tani adalah masalah kekeringan dan minimnya sumber air yang ada di Kecamatan Jati. Ketika memasuki musim kering, lahan pertanian akan menjadi sangat kering dan tidak dapat digunakan untuk ditanami tanaman lahan kering, sehingga dapat mengurangi pendapatan petani.
Lahan pemukiman yang ada di kecamatan ini tergolong sedikit, jika dilihat dari peta citra lokasi permukiman di kecamatan ini terbilang menyebar dengan jarak yang berjauhan. Pemukiman di kecamatan ini linear dengan jaringan jalan yang ada. Hal tersebut dikarenakan penggunaan lahan mayoritas sebagai lahan hutan jati. Contohnya, pada Kelurahan Doplang.

Ekonomi
Lahan permukiman yang linear pada sepanjang jalan. Disekelilingnya berupa lahan sawah dan hutan
Potensi ekonomi Kecamatan Jati cukup besar karena adanya sektor pertanian, perdagangan, industri, dll. Akan tetapi potensi tersebut masih belum dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara merata. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya penduduk muda hingga penduduk tua yang bekerja pada sektor pertanian. Sektor industri di kecamatan  ini cukup banyak, seperti industri olahan tempe, dan industri olahan jamur. Akan tetapi masyarakat kurang mengeksplor industri olahan kayu jati yang merupakan komoditi terbesar pada kecamatan ini. Sangat disayangkan penduduk belum bisa mengembangkan industri olahan kayu jati, apabila industri ini dapat dimanfaatkan masyarakat, perekonomian masyarakat akan meningkat.

Infrastruktur
Jaringan Jalan
Kondisi jaringan jalan pada kecamatan ini tergolong buruk. Hal tersebut dikarenakan adanya jalur Perhutani yang melintasi kecamatan ini. jalur perhutani merupakan jalur yang digunakan oleh truk-truk pengangkut kayu jati dari hutan-hutan jati menuju tempat penimbunan kayu yang ada di Kelurahan Doplang. Jalur perhutani yang melintasi jaringan jalan utama dan jalan lingkungan memberikan dampak yang buruk bagi aksesibilitas masyarakat. jalur perhutani sengaja dibiarkan rusak karena alasan menjaga keamanan kayu-kayu jati yang sudah ditimbun. Pihak perhutani telah meberikan insentif atau dana retribusi kebada Kecamatan Jati atas kegiatan yang ada di kecamatan ini. akan tetapi dana tersebut tidak terserap untuk pengadaan perbaikan jalan.

Jaringan Air

Jaringan air di Kecamatan Jati cukup terbatas, dikarenakan terbatasnya sumber air bersih. Sumber air bersih yang ada di kecamatan ini hanya terdapat di satu desa, yaitu Desa Cerme Kelurahan Tobo. Tedapat 300 titik sumber air yang dapat menyangga kebutuhan air di Kecamatan Jati. Akan tetapi titik-titik sumber sir tersebut masih belum memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan kebutuhan lahan pertanian di kecamatan ini sehingga kekeringan kerap melanda.
Pada kecamatan ini tidak terdapat sungai irigasi untuk pengairan pertanian, sehingga pengairan lahan pertanian di kecamatan ini hanya mengandalkan sumber air yang ada. Pada Kelurahan Bangkleyan terdapat sebuah waduk, akan tetapi air pada waduk tersebut terlihat dangkal dan tidak mengisi waduk hingga setengahnya.


Jaringan Drainase


Jaringan drainase yang terdapat di Kecamatan Jati kondisinya tidak terurus. Hal tersebut dikarenakan saluran drainase tidak berfungsi secara maksimal. Tidak terdapat air yang mengaliri saluran tersebut. Hanya sampah dan rumput yang terus meninggi yang mengisi saluran drainase. Penduduk tidak mengurusi drainase yang terdapat di jalan-jalan utama. Saluran drainase yang terdapat disepanjang jalan lingkunganpun tidak begitu besar, hanya berukuran lebar 20 – 30 cm. saluran tersebut pun hanya ditumbuhi rerumputan.


Kelembagaan
Kelembagaan masyarakat yang ada di Kecamatan Jati hanya berjalan ketika terdapat sebuah isu pembangunan sehingga organisasi masyarakat kurang peka terhadap isu-isu lainnya. Kegiatan dalam organisasi tersebut tidak memiliki sebuah kegiatan rutin yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, kecuali kegiatan kerja bakti. Dalam kelembagaan yang ada di Kecamatan Jati, masih kurang adanya lembaga masyarakat yang memberikan pelatihan dan pembinaan wirasusaha yang kreatif dan inovatif. Hal ini sangat disayangkan, karena sumber daya manusia di Kecamatan Jati masih sangat minim dalam pemanfaatan sumber daya alam maupun eksplorasi softskill dan keterampilan masyarakat.







Potensi Kecamatan Jati


Fisik
Kecamatan Jati merupakan kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dengan adanya lahan pertanian kering dan lahan perhutanan yang dikelola dengan baik. Sektor pertanian Kecamatan Jati dapat menyumbangkan hasil yang besar bagi produk domestic regional bruto (PDRB) Kecamatan sebesar 126.189,43 juta rupiah pada tahun 2010.
Jenis tanah yang ada di Kecamatan Jati merupakan jenis tanah Grumosol dan Mediterania yang merupakan jenis tanah yang peka terhadap gerakan tanah dan kering. Intensitas hujan yang dimiliki kecamatan ini pun tergolong sedang hingga tinggi, sehingga jika dilihat dari jenis tanah dan intensitas curah hujannya kecamatan ini berpotensi untuk daerah pengembangan pertanian lahan kering dengan komoditi utama yaitu umbi-umbian (ketela) dan kedelai. Komoditi pertanian tersebut sudah dapat mencakupi kebutuhan akan komoditi ketela pohon dan kedelai di Kabupaten Blora sehingga pengembangan sektor pertanian yang ada di Kecamatan Jati dapat terus berkembang.

Penggunaan Lahan
Lahan yang terdapat di Kecamatan Jati digunakan sebagai lahan sawah, pekarangan/ kampung yang merupakan kawasan terbangun, tegalan, dan hutan. Berikut adalah luas penggunaan lahan di Kecamatan Jati:
Kelurahan
Sawah
Pekarangan/Kampung
Tegalan
Hutan
Bangkleyan
134,370
213,921
86,962
294,468
Gempol
319,370
70,020
77,020
3186,835
Kepoh
98,240
150,000
98,880
1967,380
Pelem
162,500
100,000
28,000
555,500
Jegong
142,580
140,918
58,580
2232,850
Jati
249,220
187,000
98,520
1095,649
Singget
208,005
101,000
117,000
640,564
Gabusan
430,900
105,000
71,235
340,865
Doplang
431,400
102,500
85,703
976,397
Randulawang
235,000
105,000
76,000
136,000
Tobo
75,700
75,000
55,300
949,000
Pengkoljagong
185,710
98,042
82,000
820,248
Sumber: Kecamatan Jati dalam Angka, 2010
Penggunaan lahan di Kecamatan Jati, mayoritas digunakan sebagai lahan perhutanan. Potensi lahan yang dikembangkan adalah lahan perhutanan jati yang memiliki kualitas kayu jati yang berstandar internasional. Selain itu lahan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah lahan pertanian kering yang didukung dengan jenis tanah dan intensitas curah hujan yang sedang hingga tinggi.

Penggunaan lahan dari sektor perdagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Jati berpotensi untuk berkembang di Kelurahan Doplang. perdagangan dan jasa yang ada di kelurahan ini cukup memiliki peran yang penting bagi cakupan kecamatan. Hal tersebut dikarenakan Kelurahan Doplang merupakan ibukota kecamatan yang sudah memiliki ciri kekotaan dalam perkembangan wilayahnya. Pemukiman yang ada di Kecamatan Jati pun bukan merupakan tipikal massive area yang dapat mengakibatkan kepadatan penduduk, permukiman yang ada di kecamatan ini menyebar dan tidak padat karena penggunaan lahan lebih dominan untuk pengembangan potensi hutan  di kecamatan ini.

Penduduk
Penduduk merupakan elemen penting dalam suatu wilayah, karena penduduklah yang melakukan aktivitas dalam menjalankan elemen-elemen perencanaan di suatu wilayah. Penduduk pun menjadi objek bagi perencanaan. 
Meskipun jumlah penduduk Kecamatan Jati semakin tahun memiliki kecenderungan semakin berkurang bukan tidak mungkin Kecamatan Jati menjadi lebih maju dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang ada di Blora, apalagi jika penduduk kecamatan jati ini dibekali dengan keahlian untuk mengukir atau mengolah kayu sehingga nantinya akan menjadi nilai plus tersendiri bagi masyarakat kecamatan Jati, apalagi Kecamatan Jati ditunjang dengan sumberdaya alam berupa kayu jati yang sangat berlimpah. Diharapkan sejalan dengan meningkatnya SDM Kecamatan Jati semakin meningkat juga perkembangan Kecamatan Jati nantinya.  

Perekonomian
Kecamatan Jati memilik potensi yang sangat baik untuk menunjang perekonomian dikecamatan tersebut yaitu dalam hal komoditas pertanian, dari sektor pertanian, komoditinya menyumbangkan 65.161 juta rupiah dalam PDRB Kelurahan Jati. Hal tersebut dikarenakan penggunaan lahan di Kecamatan Jati cukup luas digunakan sebagai lahan pertanian dan banyaknya warga yang bekerja pada sektor pertanian. Selain pertanian, perdagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Jati jika dikelola dengan baik bisa membawa kemajuan bagi sektor perekonomian apalagi Kecamatan Jati dilalui oleh jalur lintas provinsi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yang melalui Kabupaten Grobogan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Kecamatan Jati memiliki kawasan hutan Jati yang sangat luas, jika hutan Jati tersebut dikelola dengan baik  bukan tidak mungkin nantinya akan membawa dampat positif bagi perkembangan kecamatan Jati. 

Infrastruktur

Dalam RTRW Kabupaten Blora, Kecamatan Jati akan dikembangkan infrastruktur jalannya sebagai jaringan jalan jalur propinsi, penghubung Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Dengan adanya jalur propinsi ini membuat jalan utama di Kecamatan Jati, tepatnya melalui Kelurahan Doplang, menjadi ramai dengan kondisi jalan yang lebar dan sudah diaspal. Jalur ini juga dapat membantu menumbuhkan sektoDr perdagangan dan jasa di Kecamatan Jati. Dengan adanya sektor perdagangan dan jasa di sepanjang jalan utama propinsi, maka pertumbuhan ekonomi Kecamatan Jati dapat meningkat.